https://cf.shopee.co.id/file/2a393a7ebfbda06990a60ede7faa490a

Oleh : kapten_ran*

Kata “Cinta” tidak asing bagi masyarakat. Apa pengertian dari cinta? Menurut Wikipedia Cinta adalah suatu emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Sedangkan menurut KBBI cinta adalah rasa sayang yang berlebihan. Dari semua pengertian tentang cinta, semuanya mengerucut pada dasar cinta yaitu kasih sayang.

Kasih sayang yang berlebihan akan melahirkan perasaan ingin melindungi, memberikan kebahagiaan, dan perhatian. Perilaku yang dilakukan seseorang untuk merealisasikan perasaannya akan bergantung pada kondisi mental dan sosialnya.

Cinta sejati adalah cinta yang melewati batas kemasuawian. Hal ini dikarenakan cinta ini tidak membutuhkan pengakuan dari orang-orang. Yang ia butuhkan hanya kebahagiaan dari objek cintanya. Salah satu contoh cinta sejati ialah cinta dari orang tua kepada anaknya.

Cinta orang tua terhadap anak-anaknya melebihi cinta mereka kepada dirinya. Mereka sanggup memberikan kesehatan, kekayaan, dan waktu untuk anak-anaknya tanpa bertanya apa yang akan diberikan sang anak sebagai timbal balik.

Akan tetapi, satu orang anak atau lebih belum tentu sanggup merawat orang tuanya. Hal ini dikarenakan tidak semua anak bisa berbakti kepada orang tua tanpa mengharapkan timbal balik.

Anak-anak yang tidak mencintai orang tuanya biasanya telah menemukan cinta yang menurutnya lebih besar dari cinta orang tuanya. Mereka akan melakukan apapun untuk mempertahankan cinta tersebut.

Sebagai orang tua yang mencintai anak-anaknya, mereka akan diam meski diperlakukan tidak baik. Hal ini karena cintanya sangat tulus dan murni meski sering dinodai dengan hinaan dan cercaan.

Cinta buta yang telah merampas hati anak untuk orang tuanya tidak bisa dimaafkan. Karenanya seorang anak mampu menelantarkan kedua orang tua yang telah merawat, mendidik, dan menyayanginya.

Pria atau wanita yang dipilih untuk dijadikan imam atau makmum oleh seorang anak seharusnya menjadi tali yang lebih mengikat keluarga. Namun jika yang terjadi sebaliknya, akan lebih baik untuk memisahkan keduanya.

Tidakan yang dilakukan oleh orang tua agar anak-anaknya tidak salah jalan terkadang diartikan berbeda. Mereka beranggapan bahwa dengan hadirnya orang tua jalan mereka akan terhambat. Padahal orang tua telah mengikhlaskan karir, waktu, dan harta mereka untuk anak-anaknya.

Kesalahan orang tua meski kecil akan selalu diingat oleh anak-anak yang tidak memiliki kasih sayang kepada orang tuanya. Namun kesalahan anak sebesar apapun, akan dimaafkan bahkan dilupakan oleh orang tua.

Baik cinta sejati maupun cinta buta tidak akan selamanya berakhir bahagia. Hal ini dikarenakan cinta memiliki aturannya sendiri. Cinta tidak bisa diterka melalui algoritma atau survei sehingga cinta sendiri melewati ruang dan waktu.

Orang tua yang memiliki cinta sejati kepada anak-anaknya bisa dibalas dengan luka dan mereka tetap mencintai anaknya. Hal ini dikarenakan cinta sejati tidak membutuhkan pengakuan dan penghargaan serta pembalasan yang setimpal. Cinta sejati hanya ingin meraih kebahagiaan untuk objeknya meski kebahagiaan itu bukan berasal dari pemilik cinta sejati.

Jika cinta sejati bisa melukai pemiliknya, apalagi cinta buta yang tidak memiliki orientasi. Cinta yang hanya berdasarkan hasrat keduniawian akan lebih rentan terluka. Segala sesuatu yang bersifat keduniawian akan mudah diganti sehingga tidak akan ada pengorbanan yang tidak mengharapkan timbal balik.

Cinta buta memang bisa berubah menjadi cinta sejati apabila ia memahami hakikat dari cinta dan mau merubah tindakannya. Akan tetapi luka yang diakibatkan saat cinta itu buta tidak akan berubah. Apabila akibat dari cinta buta adalah dosa, cinta sejati yang memiliki pahala sekalipun tidak akan bisa menghapusnya.

Karena cinta bisa melukai dan melindungi disaat yang bersamaan, banyak orang yang merasa ia dilindungi namun faktanya dilukai. Hal ini biasa terjadi di dalam hubungan yang toxic. Dengan alasan kasih sayang, seseorang bisa terjebak dalam hubungan tersebut.

Dalam keluarga hubungan toxic bisa saja terjadi, apalagi dalam hubungan lainnya. Jika dalam suatu hubungan, salah satu pihak selalu mencoba memberikan cinta sejati namun yang lainnya memberikan cinta buta. Akan lebih baik cinta tersebut ditinggalkan.

Cinta sejati dan cinta buta ibarat dua koin dengan sisi yang berbeda. Meski bersumber dari kasih sayang, cara respon keduanya berbeda. Akan tetapi hasil yang didapat tidak bisa dipastikan. Hal ini dikarenakan cinta sejati tidak mengharap imbalan sedangkan cinta buta mengharapkan imbalan yang berlebihan. Jadi untuk menentukan hasil mana yang akan bahagia, bergantung pada respon kedua belah pihak.